Thursday, July 12, 2012
Tuesday, January 24, 2012
KODE BABI PADA MAKANAN KEMAS & SEKITAR KITA

TAHUKAH SAUDARA JIKA ES KRIM MAGNUM MENGANDUNG BABI?
APA SAJA KODE BABI / DAGING...
Continue Reading
MAUKAH KITA KONSUMSI MAKANAN MENGANDUNG BABI, ATAU GOSOK GIGI DENGAN PASTA MENGANDUNG BABI ATAU MANDI DENGAN SABUN MENGANDUNG BABI? Seorang tukang masak yang tertarik pada Islam mengatakan: Saya percaya Islam agama yang benar, karena profesi saya sebagai salah satu Chef di Restaurant Halal (di negeri dimana Islam adalah minoritas). Islam mengatur bahwa bangkai tidak boleh dimakan, dan ini bagus karena menjaga kita dari daging busuk yang pasti tidak baik untuk kita, dari baunya saja sudah tidak enak. Sehingga Islam menjaga agar makanan yang kita makan tetap sehat, fresh, segar, baik untuk tubuh. Disamping itu hewan yang tidak disembelih pun tidak boleh dimakan oleh Muslim, seperti disini (negeri komunis) tidak ada cara menyembelih ayam, yang ada ayam langsung dicacah, dipotong bagian tubuhnya tanpa disembelih, dan ini berakibat darahnya masih terdapat pada daging ayam itu. Darah ini tidak baik kita makan karena banyak mengandung kuman, bakteri dan tak jarang virus yang tidak baik bagi kesehatan manusia. Dalam Islam mewajibkan disembelih hingga darah habis. Dan negara ini jarang yang mempunyai agama, saya sendiri sementara ini beragama katholik, tapi tidak ada aturan dalam katholik bagaimana cara memotong hewan, aturan itu cuma ada dalam Islam. Dan saya ingin menjadi Muslim. Demikian juga BABI, mengapa diharamkan? karena sudah terbukti banyak sekali penyakit mematikan dari Babi, atau minimal penyakit yang bersarang di dalam tubuh manusia secara tetap. Banyak wabah penyakit mematikan jutaan orang berasal dari babi, dari masa ke masa selalu ada wabah dari penyakit babi, contohnya saja wabah terakhir adalah FLU BURUNG dan juga FLU BABI. Islam mengatur halal karena baik & bermanfaat bagi manusia, sedang yang haram adalah buruk bagi manusia. Hanya Islam yang baik untuk manusia, memanusiakan manusia. Allah Berfirman: Diharamkan bagimu bangkai, darah, babi, yang disembelih atas nama selain Allah, yang tercekik, yang terpukul, yang jatuh, yang ditanduk, dan diterkam binatang buas, kecuali yang sempat kamu menyembelihnya, dan yang disembelih untuk berhala. QS.5 Ma'idah:3, QS.2 Baqarah:173, QS.6 An'aam:145, QS.16 Nahl:115 Hai manusia! Sungguh Allah itu baik DIA tak menerima kecuali yang baik Lalu Rasul SAW baca ayat: Makanlah dari yg baik yg Kami rizkikan padamu QS.2:172 Lalu Rasul SAW menyebut orang Dengan rambut kusut & tubuh kotor Tengadahkan 2 tangan sambil berdoa: ”Ya Tuhan! Ya Tuhan!” Padahal orang itu makanannya haram Minuman & pakaiannya haram, MAKA TIDAK MUNGKIN DIKABULKAN DOA-NYA” HR.Muslim 540 KODE BABI / DAGING SYUBHAT MENDEKATI HARAM, PADA MAKANAN Author: Oleh Dr.M.Anjad Khan Salah seorang rekan saya bernama Shaikh Sahib bekerja sebagai pegawai di Badan Pengawasan Obat & Makanan (POM) di Pegal, Prancis. Tugasnya adalah mencatat semua merek barang, makanan dan obat-obatan. Produk apapun yang akan disajikan suatu perusahaan ke pasaran, bahan-bahan produk tersebut harus terlebih dahulu mendapat izin dari Badan pengawas Obat dan Makanan Prancis dan Shaikh Sahib bekerja di Badan tersebut bagian QC , oleh sebab itu dia mengetahui berbagai macam bahan makanan yang dipasarkan. Banyak dari bahan-bahan tersebut dituliskan dengan istilah ilmiah namun ada juga beberapa yang dituliskan dalam bentuk matematis seperti E-904, E-141. Awalnya, saat Shaikh Sahib menemukan bentuk matematis tersebut, dia penasaran dan kemudian menanyakan kode matematis tersebut kepada seorang Prancis yang berwenang dalam bidang itu dan orang tersebut menjawab “KERJAKAN SAJA TUGASMU, DAN JANGAN BANYAK TANYA”. Jawaban tersebut menimbulkan kecurigaan buat Shaikh Sahib dan dia kemudian mulai mencari tahu kode matematis tersebut dalam dokumen yang ada. Ternyata apa yang dia temukan cukup mengagetkan kaum muslim di dunia. Hampir di seluruh negara barat termasuk Eropa, pilihan utama untuk daging adalah daging babi. Peternakan babi sangat banyak di negara-negara tersebut. Di Prancis sendiri jumlah peternakan babi mencapai lebih dari 42.000. Jumlah kandungan lemak dalam tubuh babi sangat tinggi dibandingkan dengan hewan lainnya. Namun orang Eropa dan Amerika berusaha menghindari lemak-lemak tersebut. Kemudian yang menjadi pertanyaan sekarang; dikemanakan lemak-lemak babi tersebut ? jawabannya adalah: Babi-babi tersebut dipotong di rumah-rumah jagal dalam pengawasan Badan POM dan yang membuat pusing Badan tersebut adalah membuang lemak yang sudah dipisahkan dari daging babi. Dahulu kira-kira 60 tahun yang lalu, lemak-lemak tersebut dibakar. Kemudian mereka berpikir untuk memanfaatkan lemak-lemak tersebut. Sebagai awal uji cobanya mereka membuat sabun dengan bahan lemak tersebut dan ternyata itu berhasil. Lemak-lemak tersebut diproses secara kimiawi, dikemas sedemikian rupa dan dipasarkan. Dalam pada itu negara-negara di Eropa memberlakukan aturan yang mengharuskan bahan-bahan dari setiap produk makanan, obat-obatan harus dicantumkan pada kemasan. Oleh karena itu bahan yang terbuat dari lemak babi dicantumkan dengan nama Pig Fat (lemak babi) pada kemasan produk. Mereka yang sudah tinggal di Eropa selama 40 tahun terakhir ini mengetahui hal tersebut. Namun produk dengan bahan lemak babi tersebut dilarang masuk ke negara-negara Islam pada saat itu sehingga menimbulkan defisit perdagangan bagi negara pengekspor. Menoleh ke masa lalu, jika anda hubungkan dengan Asia Tenggara, anda mungkin tahu tentang faktor yang menimbulkan perang saudara. Pada saat itu, peluru senapan dibuat di Eropa dan diangkut ke belahan benua melalui jalur laut. Perjalanannya memakan waktu berbulan-bulan hingga mencapai tempat tujuan sehingga bubuk mesiu yang ada di dalamnya mengalami kerusakan karena terkena air laut. Kemudian mereka punya ide untuk melapisi peluru tersebut dengan lemak babi. Lapisan lemak tersebut harus digigit dengan gigi terlebih dahulu sebelum digunakan. Saat berita mengenai pelapisan tersebut tersebar dan sampai ke telinga tentara yang kebanyakan Muslim dan beberapa Vegetarian (orang yang tidak makan daging), maka tentara-tentara tersebut menolak berperang sehingga mengakibatkan perang saudara (civil war). Negara-negara Eropa mengakui fakta tersebut dan kemudian menggantikan penulisan lemak babi dalam kemasan dengan menuliskan lemak hewan. Semua orang yang tinggal di Eropa sejak tahun 1970-an mengetahuinya. Saat perusahaan produsen ditanya oleh pihak berwenang dari negara Islam mengenai lemak hewan tersebut, maka jawabannya bahwa lemak tersebut adalah lemak sapi & domba, walaupun demikian lemak-lemak tersebut haram bagi muslim karena penyembelihan hewan ternak tersebut tidak mengikuti syariat islam. Oleh karena itu produk dengan label baru tersebut dilarang masuk ke negara-negara islam. Sebagai akibatnya, perusahaan-perusahaan produsen menghadapi masalah keuangan yang sangat serius karena 75% penghasilan mereka diperoleh dengan menjual produknya ke negara islam, di mana laba penjualan ke negara islam bisa mencapai miliaran dolar. Akhirnya mereka memutuskan untuk membuat kodifikasi bahasa yang hanya dimengerti oleh Badan POM sementara orang awam tidak mengetahuinya. Kode tersebut diawali dengan kode E-CODES. E-INGREDIENTS ini terdapat di banyak produk perusahaan multinasional termasuk pasta gigi, sejenis permen karet, cokelat, gula-gula, biskuit, makanan kaleng, buah-buahan kalengan dan beberapa multi vitamin dan masih banyak lagi jenis produk makanan & obat-obatan lainnya. Semenjak produk - produk tersebut di atas banyak dikonsumsi oleh negara-negara muslim, kita sebagai masyarakat muslim tidak terkecuali sedang menghadapi masalah penyakit masyarakat yakni hilangnya rasa malu,kekerasan dan seks bebas (kumpul kebo ). Oleh karenanya, saya mohon kepada semua umat islam untuk memeriksa terlebih dahulu bahan-bahan produk yang akan kita konsumsi dan mencocokkannya dengan daftar kode E-CODES berikut ini. Jika ditemukan kode-kode berikut ini dalam kemasan produk yang akan kita beli, maka hendaknya dapat dihindari karena produk dengan kode-kode tersebut di bawah ini mengandung lemak babi. E120, E140, E141, E153, E325, E422, E430, E431, E432, E433, E434, E435, E436, E470, E471, E472, E473, E474, E475, E476, E477, E478, E481, E482, E483, E491, E492, E493, E494, E495, E542, E570, E572, E631, E635. Adalah tanggung jawab kita semua sebagai umat Islam untuk mengikuti syariat Islam dan juga memberitahukan informasi ini kepada saudara-saudara kita. Qs.3:20 KEWAJIBAN kamu hanyalah menyampaikan ❤♡ ❥ ♥ Qs.42:48 KEWAJIBANMU tidak lain hanyalah menyampaikan ❤♡ ❥ ♥ Qs.16:82 KEWAJIBAN yang dibebankan atasmu hanyalah menyampaikan QS.8:38 KATAKANLAH PADA ORANG-ORANG KAFIR ITU… Qs.16:125 SERULAH pada jalan Tuhan-mu dengan hikmah & pelajaran baik Qs.5:92 KEWAJIBAN Rasul Kami, hanyalah menyampaikan dengan terang Qs.64:12 KEWAJIBAN Rasul Kami hanyalah menyampaikan dengan terang ►►►SEGALA PUJI HANYA BAGI ALLAH◄◄◄ Perhatikan komposisi makanan pada bungkus / kemasan, Jika mengandung kode dibawah ini, MAKA MAKANAN / MINUMAN / PASTA GIGI / SABUN ITU POSITIF MENGANDUNG BABI. Kode babi / daging syubhat / daging haram pada makanan / minuman / sabun / pasta gigi: E120, E140, E141, E153, E325, E422, E430, E431, E432, E433, E434, E435, E436, E470, E471, E472, E473, E474, E475, E476, E477, E478, E481, E482, E483, E491, E492, E493, E494, E495, E542, E570, E572, E631, E635. jadi BUKAN kode dibawah ini / lainnya karena kode dibawah ini adalah halal: E100, E110, E210, E213, E214, E216, E234, E252, E270, E280, E326, E327, E334, E335, E336, E337, E440, E904, begitu juga kode E lainnya adalah halal MAUKAH KITA KONSUMSI MAKANAN MENGANDUNG BABI ??? ATAU GOSOK GIGI DENGAN PASTA MENGANDUNG BABI ??? ATAU MANDI DENGAN SABUN MENGANDUNG BABI ??? Perhatikan komposisi makanan pada bungkus / kemasan, Jika mengandung kode dibawah ini, MAKA MAKANAN / MINUMAN / PASTA GIGI / SABUN ITU POSITIF MENGANDUNG BABI. BEBERAPA JAWABAN TELAK MENGAPA BABI DIHARAMKAN http://islamterbuktibenar.net/?pg=articles&article=13006 Apa saja Kode E pada Makanan dari Babi atau Daging import yang biasanya disembelih bukan atas nama Allah atau disembelih bukan dengan syariat Islam? Belum lama ini, di situs jejaring sosial Facebook beredar kabar produk makanan dan minuman mengandung lemak babi dengan kode E. Simpang siur ini sempat pula dibantah Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI). Beberapa tahun terakhir beredar informasi tentang ingredient makanan yang dimunculkan dalam kode-E baik di milis-milis tertentu maupun catatan (note) FB beberapa orang yang mengindikasikan bahwa deretan kode-E tersebut pasti bersumber dari babi. Dan kini isu tentang kode-E pada salah satu produk yang telah bersertifikat halal merebak lagi, yang pastinya meresahkan masyarakat penikmat produk tersebut. Apakah yang disebut kode-E? Kode-E atau E-number menurut UK Food Standard Agency adalah kode untuk bahan tambahan/aditif makanan yang telah dikaji oleh Uni Eropa. Kadang-kadang pada komposisi bahan di kemasan produk pangan tertentu hanya muncul dalam bentuk kode saja, ya kode E tersebut. Sebenarnya, untuk kepentingan perlindungan konsumen, produsen tidak dibolehkan menginformasikan bahan makanan dalam bentuk kode-E saja, harus ada dalam padanan nama bahannya. Supaya tidak terjadi informasi yang misleading (menyesatkan). Karena ada orang yang alergi dengan bahan pangan tertentu. Kalau dimunculkan dalam bentuk kode-E saja, jelas tidak semua orang bisa menterjemahkan kode tersebut. Berkaitan dengan aspek kehalalan, berikut ada kutipan hasil salah satu bahan diskusi di Komunitas Peduli Produk Halal, salah satu group di Facebook. Anda bisa melongok informasi tentang berbagai bahasan diskusi tentang kehalalan di group tersebut. E-100 adalah curcumin merupakan ekstrak kunyit yang berfungsi sebagai pewarna (halal) E 110 adalah sunset yellow yang merupakan pewarna terutama bagi produk-produk fermentasi yang mendapat perlakuan panas (halal) E 120 adalah cochineal yang juga merupakan pewarna merah alami yang berasal dari sebuah serangga yang dalam keadaan bunting yang sebenarnya adalah carminic acid. Kehalalannya sangat tergantung wujudnya. Jika cair sangat tergantung pelarut yang digunakan E 140 adalah chlorophyl adalah pewarna hijau alami yang bisa berasal dari bayam, rumput, dan tanaman lain. Proses ekstraksinya bisa menggunakan pelarut tertentu termasuk etanol. Jika cair, kehalalannya sangat ditentukan sisa pelarut etanol yang terdapat di dalam produk tersebut. Tetapi jika berbentuk bubuk, kehalalannya sangat ditentukan oleh bahan tambahan lain disamping klorofilnya. E 141 adalah copper complexes of chlorophyl and chlorophyllins halal dengan catatan sama denan E 140. E 153 adalah carbon black yang bisa berasal tanaman atau tulang hewan (bisa saja dari hewan yang tidak halal seperti babi atau hewan sapi, kerbau, yacht yang tidak disembelih secara Islam) E 210 adalah calcium sorbat (halal) E 213 adalah potasium benzoate (halal), E 214 adalah calcium benzoate (halal), E 216 adalah ethyl 4-hydroxybenzoate (halal), E 234 adalah 2- (thyazol-4-yl) benzimidazole (halal) , E 252 adalah sodium nitrate (halal) , E 270 adalah calcium acetate (halal), E 280 adalah propionic acid (halal), E 325 adalah sodium lactate (syubhat, tergantung dari media fermentasi asam laktat yang digunakan), E 326 adalah potasium laktat (sda), E 327 calcium lactate (sda), E 337 (potasium sodium L-(+)-tartrate atau sodium potasium tartrate (halal) , E 422 adalah glycerol adalah hasil samping produksi sabun, sehingga harus dipastikan sumber asam lemaknya (bisa saja hewan (mungkin saja babi) atau tanaman, atau dari propilen (halal) E 430 adalah polioksietilen stearat, E 431 adalah polyoksietilen (40) stearate harus dipastikan sumber asam stearatnya (hewani atau tanaman) E 432 adalah polioksietilen (20) sorbitan monolaurate (sumbernya bisa hewan atau tanaman), E 433 polyoksietilen (20) sorbitan mono oleat, E 434 adalah polioksietilen (20) sorbitan monopalmitate, E 435 Polioksietilen (20) sorbitan monostearat, E 436 polioksietilen (20) sorbitan tristearate. E 470 sodium, potasium dan calsium of fatty acid , E 471 mono dan digleserida, E 472 acetylated mono dan digleserida,E 473 sucrose esters of fatty acid, E 474 sucroglyceride, E 475 polyglycerol ester of fatty acid, E 476 poliglicerol poliricinoleate, E 477 propilen glikol ester of fatty acid, E 478 lactilated fatty acid esters of glycerol and propane -1,2-diol, E 481 sodium stearoyl-2-lactylate, E 482 calcium stearoyl-2-lactilate, E 483 stearyl tatrate, E 491 sorbitan monostearate, E 492 sorbitan tristearate, E 493 sorbitan monolaurate, E 494 sorbitan mono-oleate, E 495 sorbitan monopalmitae, E 570 stearic acid, E 572 magnesium stearate. Semua bahan yang ada asam lemak (fatty acid seperti oleat, stearat, palmitat) nya maka statusnya menjadi syubhat karena ada kemungkinan dari bahan yang haram. E 440 amidated pectin (halal), E 542 edible bone phosphate (berasal dari tulang hewan sehingga ada kemungkinan dari babi) E 631 sodium 5-inosinate (syubhat, dapat dihasilkan dari ekstrak daging), E 635 sodium 5-ribonukleotida (syubhat tergantung dari media fermentasi yang digunakan) E 904 shellac (halal) Tetapi intinya, kode E yang ada kemungkinan bersumber dari hewan, tidak otomatis berasal dari babi. Harus ada sekelompok ahli yang bisa memastikan bahwa bahan-bahan tersebut apakah halal atau haram. TAPI PERLU DIINGAT BAHWA MESKIPUN ITU DAGING SAPI / KAMBING / AYAM / LAINNYA HARUS DIKETAHUI APAKAH PENYEMBELIHANNYA SECARA ISLAMI ATAU TIDAK? KARENA ADA PEMOTONGAN NON ISLAM, MISALNYA AYAM, AYAM ITU YANG TIDAK DISEMBELIH, TAPI LANGSUNG DICACAH. Nah, aktivitas ini yang dilakukan oleh Lembaga Pengkajian Pangan, Obat, dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI). */LPPOM-MUI Apa bukti Islam terbukti benar? Sangat penting untuk member baru, silahkan klik: http://islamterbuktibenar.net/?pg=custom&id=4535 Untuk informasi lengkap, silahkan lihat album ini disini: http://www.facebook.com/media/set/?set=a.181815881860100.34719.144410028934019&type=3 BEBERAPA JAWABAN TELAK MENGAPA BABI DIHARAMKAN http://islamterbuktibenar.net/?pg=articles&article=13006 100% FREE DOWNLOAD Ebook Islam, Video Phone, MP3, Software Komputer & Handphone http://www.facebook.com/1SLAM.TERBUKTI.BENAR?sk=app_106878476015645
Friday, November 18, 2011

Rahsia Solat Di Awal Waktu
Setiap peralihan waktu solat sebenarnya menunjukkan perubahan tenaga alam ini yang boleh diukur dan dicerap melalui perubahan warna alam. Fenomena perubahan warna alam adalah sesuatu yang tidak asing bagi mereka yang terlibat dalam bidang fotografi.
Sujud menyembah yang Masa Esa
Sujud menyembah yang Masa Esa
Waktu Subuh
Pada waktu Subuh alam berada dalam spektrum warna biru muda yang bersamaan dengan frekuensi tiroid yang mempengaruhi sistem metabolisma tubuh.
Jadi warna biru muda atau waktu Subuh mempunyai rahsia berkaitan dengan penawar/rezeki dan komunikasi. Mereka yang kerap tertinggal waktu Subuhnya ataupun terlewat secara berulang-ulang kali, lama kelamaan akan menghadapi masalah komunikasi dan rezeki.
Ini kerana tenaga alam iaitu biru muda tidak dapat diserap oleh tiroid yang mesti berlaku dalam keadaan roh dan jasad bercantum (keserentakan ruang dan masa) – dalam erti kata lain jaga daripada tidur. Disini juga dapat kita cungkil akan rahsia diperintahkan solat diawal waktu.
Bermulanya saja azan Subuh, tenaga alam pada waktu itu berada pada tahap optimum. Tenaga inilah yang akan diserap oleh tubuh melalui konsep resonan pada waktu rukuk dan sujud. Jadi mereka yang terlewat Subuhnya sebenar sudah mendapat tenaga yang tidak optimum lagi.
Waktu Zuhur
Warna alam seterusnya berubah ke warna hijau (isyraq & dhuha) dan kemudian warna kuning menandakan masuknya waktu Zohor. Spektrum warna pada waktu ini bersamaan dengan frekuensi perut dan hati yang berkaitan dengan sistem penghadaman. Warna kuning ini mempunyai rahsia yang berkaitan dengan keceriaan. Jadi mereka yang selalu ketinggalan atau terlewat Zuhurnya berulang-ulang kali dalam hidupnya akan menghadapi masalah di perut dan hilang sifat cerianya.. Orang yang tengah sakit perut ceria tak ?
Waktu Asar
Kemudian warna alam akan berubah kepada warna oren, iaitu masuknya waktu Asar di mana spektrum warna pada waktu ini bersamaan dengan frekuensi prostat, uterus, ovari dan testis yang merangkumi sistem reproduktif. Rahsia warna oren ialah kreativiti. Orang yang kerap tertinggal Asar akan hilang daya kreativitinya dan lebih malang lagi kalau di waktu Asar ni jasad dan roh seseorang ini terpisah (tidur la tu ..). Dan jangan lupa, tenaga pada waktu Asar ni amat diperlukan oleh organ-organ reproduktif kita
Waktu Maghrib
Menjelang waktu Maghrib, alam berubah ke warna merah dan di waktu ini kita kerap dinasihatkan oleh orang-orang tua agar tidak berada di luar rumah. Ini kerana spektrum warna pada waktu ini menghampiri frekuensi jin dan iblis (infra-red) dan ini bermakna jin dan iblis pada waktu ini amat bertenaga kerana mereka resonan dengan alam. Mereka yang sedang dalam perjalanan juga seelok-eloknya berhenti dahulu pada waktu ini (solat Maghrib dulu la .) kerana banyak interferens (pembelauan) berlaku pada waktu ini yang boleh mengelirukan mata kita. Rahsia waktu Maghrib atau warna merah ialah keyakinan, pada frekuensi otot, saraf dan tulang.
Waktu Isyak
Apabila masuk waktu Isyak, alam berubah ke warna Indigo dan seterusnya memasuki fasa Kegelapan. Waktu Isyak ini menyimpan rahsia ketenteraman dan kedamaian di mana frekuensinya bersamaan dengan sistem kawalan otak. Mereka yang kerap ketinggalan Isyaknya akan selalu berada dalam kegelisahan. Alam sekarang berada dalam Kegelapan dan sebetulnya, inilah waktu tidur dalam Islam. Tidur pada waktu ini dipanggil tidur delta dimana keseluruhan sistem tubuh berada dalam kerehatan.
Selepas tengah malam, alam mula bersinar kembali dengan warna putih, merah jambu dan seterusnya ungu di mana ianya bersamaan dengan frekuensi kelenjar pineal, pituitari, talamus dan hipotalamus. Tubuh sepatutnya bangkit kembali pada waktu ini dan dalam Islam waktu ini dipanggil Qiamullail.
Begitulah secara ringkas perkaitan waktu solat dengan warna alam. Manusia kini sememangnya telah sedar akan kepentingan tenaga alam ini dan inilah faktor adanya bermacam-macam kaedah meditasi yang dicipta seperti taichi, qi-gong dan sebagainya. Semuanya dicipta untuk menyerap tenaga-tenaga alam ke sistem tubuh.
Kita sebagai umat Islam sepatutnya bersyukur kerana telah di’kurniakan’ syariat solat oleh Allah s.w.t tanpa perlu kita memikirkan bagaimana hendak menyerap tenaga alam ini. Hakikat ini seharusnya menginsafkan kita bahawa Allah s.w.t mewajibkan solat ke atas hambanya atas sifat pengasih dan penyayang-Nya sebagai pencipta kerana Dia tahu hamba-Nya ini amat-amat memerlukannya. Adalah amat malang sekali bagi kumpulan manusia yang amat cuai dalam menjaga solatnya tapi amat berdisiplin dalam menghadiri kelas taichinya .
Tuesday, November 15, 2011
MESTI TAHU :Siapakah Sir Henry Gurney?
Berita Oleh: tokpepijat
"Menjelang Hari Kemerdekaan ini, banyak timbul isu yang berkaitan dengan sejarah negara. Jika dahulu dengan kekurangan media alternatif dan kejahilan Ummah, kita terima bulat-bulat apa yang diperkatakan di dalam Buku Tawarikh maupun Buku Sejarah. Tiada masa berfikir di luar kotak.
Kini masa telah berubah. Anak-anak muda yang berjiwa panas, gelora, ingin tahu, berfikir di luar kotak mula mencari "sesuatu yang berkurangan" dalam pengkisahan sejarah negara.
Sejarah adalah peristiwa lampau yang memberi pengajaran untuk generasi mendatang. Jika sejarah itu disonsangkan dan diselewengkan, kita bakal "di maki hamun" bahkan mungkin kubur kita bakal "di kencingkan" oleh generasi mendatang!
Tahun 70an, buku Tawarikh(Sejarah) sekolah rendah ada menceritakan tentang Kamal Artatturk. Beliau digambarkan sebagai seorang yang membawa perubahan moden kepada Turki. Digambarkan juga bagaimana beliau "menghapuskan kejumudan" orang Turki seperti mengharamkan tudung untuk wanita Turki dan meperkenalkan topi menggantikan kopiah. Manakala Sultan Abd Hamid dan Kerajaan Uthmaniyyah sebagai Kerajaan zalim dan mundur.
Begitu berkesan cara pengajaran sejarah ketika itu hinggakan pelajar Islam Malaysia menganggap Kamal Artatturk perwira Islam Turki.
Kisah Kamal Artatturk itu diceritakan dalam Buku Tawarikh(Sejarah) di sekolah-sekolah dalam negara kita dalam keadaan kita sudah merdeka.
Tidak dapat digambarkan bagaimanakah kisah-kisah Haji Abd Rahman Limbong, Tok Janggut, Mat Kilau, Dato Bahaman, Antanom dan Dato Maharaja Lela dikisahkan dalam buku sejarah semasa penjajahan Inggeris. Sudah pasti mereka semua dilabelkan sebagai penderhaka kepada raja, pengganas, pembunuh dan penentang kerajaan.
Awal tahun 80an, barulah kisah mereka semua "dipulihkan" dalam buku Sejarah sekolah setelah puluhan tahun perjuangan mereka di hina dan "di kaburkan" oleh kita sendiri.
Terkini, terbongkar satu lagi penyelewengan sejarah. Kisah Sir Henry Gurney. Pesuruhjaya British ( jawatan macam PM)di Tanah Melayu tahun 1948 hingga 1951. Digambarkan dalam Buku Teks Sejarah Tingkatan 3, beliau seorang yang berjaya mengekang pengaruh komunis di Tanah Melayu. Jasanya besar untuk Tanah Melayu kononnya. Akhirnya beliau dibunuh oleh PKM semasa dalam perjalanan ke Bukit Frasier.
Ramai tidak menyedari perlantikan Sir Henry Gurney sebagai Pesuruhjaya British ke sini kerana kerjanya yang hebat di Palestin selama 2 tahun (1946-1948). Apa kerjanya? Membawa pendatang Yahudi masuk ke Palestin dari Eropah dan menghalau dan membunuh rakyat Palestin dari bumi mereka sendiri.
Ketika Henry Gurney bertugas di Palestinlah berlaku siri pembunuhan kejam di bumi Palestin. Pengganas Yahudi Haganah dan Irgun kemuncak keganasan mereka adalah ketika Henry Gurney bertugas di Palestin.
Ingat! Peristiwa Dier Yasin ( Mei 1948)yang meragut nyawa 300 orang wanita dan kanak-kanak Palestin berlaku ketika Henry Gurney masih berada di bumi Palestin. Beliau datang ke Tanah Melayu Oktober 1948.
Malangnya, nama beliau di sanjung di sini. Jalan dan sekolah diabadikan nama Henry Gurney. Bahkan tempat beliau dibunuh pun diberi papantanda. Tololkah kita?
Apakah jasa beliau di sini? Ingat! Beliau dibunuh dalam keadaan menjadi Ketua Penjajah! Dalam keadaan tangannya berlumuran darah rakyat Palestin!
Saya berharap pada guru Sejarah seluruh negara yang mengajar Sejarah Tingkatan 3 agar jangan lupa untuk ceritakan kisah sebenar sejarah Henry Gurney kepada anak murid mereka. Moga mereka tahu kisah sebenar Sir Henry Gurney.
"Menjelang Hari Kemerdekaan ini, banyak timbul isu yang berkaitan dengan sejarah negara. Jika dahulu dengan kekurangan media alternatif dan kejahilan Ummah, kita terima bulat-bulat apa yang diperkatakan di dalam Buku Tawarikh maupun Buku Sejarah. Tiada masa berfikir di luar kotak.
Kini masa telah berubah. Anak-anak muda yang berjiwa panas, gelora, ingin tahu, berfikir di luar kotak mula mencari "sesuatu yang berkurangan" dalam pengkisahan sejarah negara.
Sejarah adalah peristiwa lampau yang memberi pengajaran untuk generasi mendatang. Jika sejarah itu disonsangkan dan diselewengkan, kita bakal "di maki hamun" bahkan mungkin kubur kita bakal "di kencingkan" oleh generasi mendatang!
Tahun 70an, buku Tawarikh(Sejarah) sekolah rendah ada menceritakan tentang Kamal Artatturk. Beliau digambarkan sebagai seorang yang membawa perubahan moden kepada Turki. Digambarkan juga bagaimana beliau "menghapuskan kejumudan" orang Turki seperti mengharamkan tudung untuk wanita Turki dan meperkenalkan topi menggantikan kopiah. Manakala Sultan Abd Hamid dan Kerajaan Uthmaniyyah sebagai Kerajaan zalim dan mundur.
Begitu berkesan cara pengajaran sejarah ketika itu hinggakan pelajar Islam Malaysia menganggap Kamal Artatturk perwira Islam Turki.
Kisah Kamal Artatturk itu diceritakan dalam Buku Tawarikh(Sejarah) di sekolah-sekolah dalam negara kita dalam keadaan kita sudah merdeka.
Tidak dapat digambarkan bagaimanakah kisah-kisah Haji Abd Rahman Limbong, Tok Janggut, Mat Kilau, Dato Bahaman, Antanom dan Dato Maharaja Lela dikisahkan dalam buku sejarah semasa penjajahan Inggeris. Sudah pasti mereka semua dilabelkan sebagai penderhaka kepada raja, pengganas, pembunuh dan penentang kerajaan.
Awal tahun 80an, barulah kisah mereka semua "dipulihkan" dalam buku Sejarah sekolah setelah puluhan tahun perjuangan mereka di hina dan "di kaburkan" oleh kita sendiri.
Terkini, terbongkar satu lagi penyelewengan sejarah. Kisah Sir Henry Gurney. Pesuruhjaya British ( jawatan macam PM)di Tanah Melayu tahun 1948 hingga 1951. Digambarkan dalam Buku Teks Sejarah Tingkatan 3, beliau seorang yang berjaya mengekang pengaruh komunis di Tanah Melayu. Jasanya besar untuk Tanah Melayu kononnya. Akhirnya beliau dibunuh oleh PKM semasa dalam perjalanan ke Bukit Frasier.
Ramai tidak menyedari perlantikan Sir Henry Gurney sebagai Pesuruhjaya British ke sini kerana kerjanya yang hebat di Palestin selama 2 tahun (1946-1948). Apa kerjanya? Membawa pendatang Yahudi masuk ke Palestin dari Eropah dan menghalau dan membunuh rakyat Palestin dari bumi mereka sendiri.
Ketika Henry Gurney bertugas di Palestinlah berlaku siri pembunuhan kejam di bumi Palestin. Pengganas Yahudi Haganah dan Irgun kemuncak keganasan mereka adalah ketika Henry Gurney bertugas di Palestin.
Ingat! Peristiwa Dier Yasin ( Mei 1948)yang meragut nyawa 300 orang wanita dan kanak-kanak Palestin berlaku ketika Henry Gurney masih berada di bumi Palestin. Beliau datang ke Tanah Melayu Oktober 1948.
Malangnya, nama beliau di sanjung di sini. Jalan dan sekolah diabadikan nama Henry Gurney. Bahkan tempat beliau dibunuh pun diberi papantanda. Tololkah kita?
Apakah jasa beliau di sini? Ingat! Beliau dibunuh dalam keadaan menjadi Ketua Penjajah! Dalam keadaan tangannya berlumuran darah rakyat Palestin!
Saya berharap pada guru Sejarah seluruh negara yang mengajar Sejarah Tingkatan 3 agar jangan lupa untuk ceritakan kisah sebenar sejarah Henry Gurney kepada anak murid mereka. Moga mereka tahu kisah sebenar Sir Henry Gurney.
Saturday, November 12, 2011
Kisah Seorang Pengemis Buta...
"JANGAN dekati Muhammad! Dia itu orang gila. Dia itu pembohong. Dia itu tukang sihir. Bila kamu dekatinya kamu akan dipengaruhinya." Begitu kata seorang pengemis Yahudi yang buta tiap hari bila ada orang mendekatinya, di sudut pasar Madinah.
Namun, setiap pagi Muhammad Rasulullah SAW menemuinya dengan membawa makanan. Tanpa sepatah kata pun, Rasulullah suapkan makanan ke mulut pengemis itu, dengan tidak diketahui siapa penyuapnya, iaitu orang yang dimaki hamunnya setiap hari.
Rasulullah saw melakukan hal ini setiap hari sampai beliau wafat. Setelah beliau wafat, tidak ada lagi orang yang membawakan makanan setiap pagi kepada pengemis Yahudi buta itu.
Suatu hari Abubakar berkunjung ke rumah anaknya Aisyah, isteri Rasul itu. "Aisyah.. Ada ke lagi kebiasaan Rasulullah yang belum aku buat?"
"Ayah!" Jawab Aisyah, anaknya. "Ayah adalah seorang yang mengikut apa yang Nabi buat (ahli sunnah). Hampir tidak ada lagi kebiasaan yang belum ayah buat, kecuali satu sahaja..."
“Apa dia?" tanya Abubakar, terkejut kerana merasa sudah tahu semua kebiasaan Nabi.
"Setiap pagi Rasulullah pergi ke ujung pasar membawa makanan untuk seorang pengemis Yahudi buta yang ada di sana..." Jelas Aisyah.
Esoknya Abubakar RA pergi ke pasar membawa makanan untuk diberikan kepada pengemis itu. Abubakar jumpa pengemis itu lalu berikan makanan kepadanya. Ketika Abubakar mulai suapkan, pengemis itu mengherdik marah,"Siapa kamu ha?"
"Aku orang yang seperti biasa.." Jawab Abu Bakar.
"Tidak. Kau bukan orang biasa yang datang kepadaku." bantah pengemis itu. "Bila dia datang kepadaku, tidak susah tangan ini memegang. Tidak susah mulut ini mengunyah. Dia menyuapku, tetapi lebih dulu dihaluskan makanan, baru diberi.."
Abu Bakar tidak dapat menahan air matanya, beliau menangis.
"Memang, aku bukan orang yang selalu datang padamu itu. Aku adalah salah seorang dari kawannya." Abu Bakar menjelaskan. "Sebenarnya, orang yang mulia itu telah tiada. Beliau adalah Muhammad Rasulullah SAW!"
Pengemis itu pula terkejut. Dia pula menangis, seolah-olah tidak percaya, "Benarkah begitu? Selama ini aku selalu menghinanya.. memfitnahnya. Dia tidak pernah memarahiku sedikitpun. Dia terus menemuiku membawa makanan setiap pagi. Oh, beliau begitu mulia.... "
Pengemis Yahudi buta tersebut akhirnya bersyahadat di hadapan Abubakar masa itu juga. Dan sejak hari itu, dia menjadi Muslim. (dikutip dari EraMuslim)
Namun, setiap pagi Muhammad Rasulullah SAW menemuinya dengan membawa makanan. Tanpa sepatah kata pun, Rasulullah suapkan makanan ke mulut pengemis itu, dengan tidak diketahui siapa penyuapnya, iaitu orang yang dimaki hamunnya setiap hari.
Rasulullah saw melakukan hal ini setiap hari sampai beliau wafat. Setelah beliau wafat, tidak ada lagi orang yang membawakan makanan setiap pagi kepada pengemis Yahudi buta itu.
Suatu hari Abubakar berkunjung ke rumah anaknya Aisyah, isteri Rasul itu. "Aisyah.. Ada ke lagi kebiasaan Rasulullah yang belum aku buat?"
"Ayah!" Jawab Aisyah, anaknya. "Ayah adalah seorang yang mengikut apa yang Nabi buat (ahli sunnah). Hampir tidak ada lagi kebiasaan yang belum ayah buat, kecuali satu sahaja..."
“Apa dia?" tanya Abubakar, terkejut kerana merasa sudah tahu semua kebiasaan Nabi.
"Setiap pagi Rasulullah pergi ke ujung pasar membawa makanan untuk seorang pengemis Yahudi buta yang ada di sana..." Jelas Aisyah.
Esoknya Abubakar RA pergi ke pasar membawa makanan untuk diberikan kepada pengemis itu. Abubakar jumpa pengemis itu lalu berikan makanan kepadanya. Ketika Abubakar mulai suapkan, pengemis itu mengherdik marah,"Siapa kamu ha?"
"Aku orang yang seperti biasa.." Jawab Abu Bakar.
"Tidak. Kau bukan orang biasa yang datang kepadaku." bantah pengemis itu. "Bila dia datang kepadaku, tidak susah tangan ini memegang. Tidak susah mulut ini mengunyah. Dia menyuapku, tetapi lebih dulu dihaluskan makanan, baru diberi.."
Abu Bakar tidak dapat menahan air matanya, beliau menangis.
"Memang, aku bukan orang yang selalu datang padamu itu. Aku adalah salah seorang dari kawannya." Abu Bakar menjelaskan. "Sebenarnya, orang yang mulia itu telah tiada. Beliau adalah Muhammad Rasulullah SAW!"
Pengemis itu pula terkejut. Dia pula menangis, seolah-olah tidak percaya, "Benarkah begitu? Selama ini aku selalu menghinanya.. memfitnahnya. Dia tidak pernah memarahiku sedikitpun. Dia terus menemuiku membawa makanan setiap pagi. Oh, beliau begitu mulia.... "
Pengemis Yahudi buta tersebut akhirnya bersyahadat di hadapan Abubakar masa itu juga. Dan sejak hari itu, dia menjadi Muslim. (dikutip dari EraMuslim)
beberapa tafsir tentang Lailatul Qadar
Mari kita renung beberapa tafsir tentang Lailatul Qadar, seperti yang disebutkan dalam Surah Al-Qadr. Terdapat beza pendapat tentang status surah ini. Samada Makkiyyah (diturunkan di Makkah) atau Madniyyah (diturunkan di Madinah).
Ada pendapat menyatakan ia adalah surah pertama diturunkan di Madinah. 'Kitab Al-Itqan' memilih pendapat yang menyatakan ia adalah makkiyyah. Maksud diturunkan adalah untuk menzahirkan Al-Quran dari alam ghaib kepada dunia syahadah. Surah Al-Qadr menegaskan bahawa Al-Quran telah diturunkan dari Luh Mahfuz atau dari langit yang tertinggi (Jami al-Bayan, J. 15, hlm. 258) ke langit dunia iaitu Baitul Izzah pada malam Lailatul Qadar (Ruh al-Maani, J. 10, hlm. 198).
Ini ditegaskan lagi dengan sebuah hadis daripada Ibn Abbas yang menyatakan bahawa Al-Quran diturunkan semua sekali malam Lailatul Qadar, pada bulan Ramadhan ke langit dunia (Jami al-Bayan, J. 15, hlm. 258).
Menurut Hamka, Lailatul Qadar memberi dua maksud.
Pertama; kemuliaan kerana setengah dari erti 'qadr' itu ialah 'kemuliaan'.
Kedua, bermaksud 'penentuan' kerana pada waktu itulah mulai ditentukan langkah yang akan ditempuh oleh Rasulullah SAW dalam memberi pertunjuk kepada umat manusia.
Kalau dipakai erti kemuliaan, maka mulai pada malam itulah kemuliaan tertinggi dianugerahkan kepada nabi Muhammad SAW. Itulah permulaan Malaikat Jibril menyatakan dirinya dihadapan Nabi didalam gua Hira. Pada malam itu manusia diberi kemuliaan, dikeluarkan dari zulumat atau kegelapan kepada nur atau cahaya petunjuk Allah.
Jika diberi erti penentuan, bermaksud malam itu dimulai menentukan garis pemisah diantara kufur dengan iman, jahiliyah dengan Islam, syirik dengan tauhid. Penjelasan tersebut menunjukkan bahawa malam itu adalah malam yang istimewa berbanding dari segala malam (Hamka, J. 10, hlm. 8068). Malam yang membawa lembaran baru, turun wahyu ke dunia setelah terputus sekian lama.
Terdapat beberapa pendapat tentang peristiwa Lailatul Qadar, samada ia berlaku sekali atau datang pada setiap Ramadhan.
Menurut Ibn Umar, Lailatul Qadar berlaku pada setiap Ramadhan (Jami al-Bayan, hlm. 209). Pendapat lain dari setengah ulama menyatakan, Lailatul Qadar berlaku sekali sahaja iaitu ketika Al-Quran mulai diturunkan pertama kali.
Mengenai Lailatul Qadar yang kita peringati dan berusaha memperbanyakkan amal ibadat pada malam-malam di bulan Ramadhan itu, adalah untuk memperteguh ingatan kita kepada peristiwa turunnya al-Quran. Kita hidupkan malam itu dengan mengambil berkat dan memperbanyakkan syukur kepada Allah SWT. Berdiri mengerjakan terawih dan qiamullail di bulan Ramadhan adalah bertepatan dengan malam turunnya Al-Quran (Hamka, hlm. 8071).
Menurut Syeikh Yusuf Amrullah, bapa Hamka, berpegang dengan pendapat Al-Hafiz Ibn Hajar menyatakan bahawa Lailatul Qadar yang sebenar hanya sekali iaitu malam mula-mula Al-Quran diturunkan. Yang kita buat amal ibadat didalam bulan puasa adalah mengingati Lailatul Qadar itu. Iaitu, memperingati dan memuliakan malam Al-Quran diturunkan. Kita ingati setiap tahun agar kita bertambah teguh memegang segala yang diturunkan Allah didalam al-Quran.
Hari kebesaran dalam Islam banyak yang diperingati dan menjadi amal ibadat seperti berpuasa pada 10 Muharam atau Asyura kerana mengenangkan beberapa kejadian pada Nabi-nabi yang terdahulu pada tarikh tersebut. Begitu juga dalam manasik haji telah dikaitkan dengan kejadian zaman lampau. Seperti Sa'i antara Bukit Safa dan Marwah, mengenangkan betapa sukarnya Hajar mencari air untuk anaknya Ismail, di lembah yang tidak ada tumbuh-tumbuhan. Kita juga disunatkan melontar Jamrah bagi memperingati perdayaan syaitan kepada nabi Ibrahim kerana akan menyembelih puteranya Ismail atas perintah Allah.
Apabila dikaitkan dengan menghidupkan malam Lailatul Qadar dapatlah diambil kesimpulan bahawa semua ibadat tersebut mempunyai tujuan yang sama, iaitu untuk membesarkan syiar Allah dan menambah taqwa dalam diri. Terdapat berbagai cerita mengenai tanda malam Lailatul Qadar, seperti yang disebutkan (kata kawan saya) di atas, dapat lihat kejadian yang ganjil-ganjil... Yang menurut Hamka 'semuanya ini adalah perkara yang tidak dapat dipertanggung jawabkan menurut ilmu agama yang sebenarnya'.
Terdapat beberapa hadis menceritakan tentang berlakunya Lailatul Qadar dan ia tetap berlaku atau berulang pada setiap bulan Ramadhan. Cuma tidak dapat dipastikan secara tepat malam keberapa ianya berlaku.
Kitab 'Fath al-Basri' menurunkan tidak kurang dari 45 qaul tentang malam terjadinya Lailatul Qadar, dinukilkan oleh As-Syaukani di dalam `Nailul-Authar'nya. Maka dianjurlah supaya setiap malam bulan Ramdhan diisi penuh dengan ibadat. Bagaimanapun terdapat juga riwayat kuat menyatakan, Lailatul Qadar itu ialah pada 10 malam akhir Ramadhan. Ertinya sejak malam 21, Nabi SAW lebih memperkuat ibadat dari malam-malam sebelumnya sampai beliau bangunkan kaum keluarganya yang tertidur.
Abdullah bin Mas`ud dan Asy-Sya`bi dan Al-Hasan dan Qatadah berpendapat bahawa malam itu ialah malam 24 Ramadhan. Alasan mereka ialah kerana ada hadis yang menyatakan bahawa al-Quran diturunkan pada 24 Ramadhan.
Satu riwayat lagi menyatakan jatuhnya ialah pada 17 Ramadhan. Yang berpegang pada 17 Ramadhan ini mengambil istimbath dari ayat 41 surah an-Anfal bermaksud; "dan apa yang Kami turunkan kepada Hamba Kami pada Pemisahan hari bertemu dua golongan.."
'Hari bertemu dua golongan' ialah dalam peperangan Badar, pada 17 Ramadhan sedang `hari pemisahan' ialah hari turunnya al-Quran pertama, yang disebut juga 'malam yang diberi berkat' sebagaimana tersebut didalam surah 44 ad-Dukhan.
Maka oleh kerana berhadapan dua golongan di Perang Badar itu, golongan Islam dan golongan Musyrikin terjadi pada 17 Ramadhan, mereka menguatkan bahawa Lailatul Qadar mulai turunnya Al-Quran di gua Hira ialah 17 Ramadhan pula, meskipun jarak waktunya adalah 15 tahun.
Banyak hadis-hadis yang menyatakan Lailatul Qadar berlaku pada malam yang ganjil sepuluh terakhir dalam bulan Ramadhan (Ruh al-Maani, hlm. 191), dan ada pendapat hadis yang menetapkan pada malam 27.
Ada diceritakan terdapat dikalangan sahabat Rasulullah merasa hairan dengan cerita seorang lelaki dari bani Israel beribadat sepanjang malam kemudian berjihad menentang musuh diwaktu siang dan melakukannya selama 1,000 bulan. Dalam cerita lain menyatakan seramai 4 orang dari bani Israel beribadat kepada Tuhan selama 80 tahun dan mereka tidak melakukan maksiat atau keingkaran.
Datang Jibrail kepada nabi bertanyakan samada umatnya hairan dengan ibadat mereka itu. Allah telah turunkan yang lebih baik dari itu, lalu dibaca surah Al-Qadr. Dinyatakan juga bahawa pemerintahan nabi Sulaiman dan Zulqarnain selama 500 bulan. Maka Tuhan jadikan amalan pada malam Lailatul Qadar (bagi mereka yang mendapatnya) lebih dari tempoh kedua pemerintahan tersebut dan lebih baik dari seribu malam amalan lelaki bani Israel itu.
Wah, lumayan sungguh!
Dalam tafsir 'Ruh al-Maani' ada dinyatakan setengah ulama Al-Shafie berpendapat ada beberapa malam istimewa. Iaitu malam paling afdal ialah malam kelahiran nabi Muhammad SAW. Diikuti malam Lailatul Qadar, malam Israk dan Mkraj, malam Arafah, malam Jumaat, malam Nisfu Syaaban dan kemudiannya malam raya (hlm. 194).
Mengikut Anas dari nabi menyatakan, bahawa Allah SWT telah menganugerahkan kepada umatku (Muhammad) Lailatul Qadar dan tidak diberikan kepada umat sebelumnya. Keistimewaan lain berlaku pada malam Lailatul Qadar dinyatakan dalam ayat 4 yang menjelaskan bahawa malaikat dan roh turun pada malam itu dengan keizinan Tuhan. Yang dimaksudkan dengan `roh' ialah malaikat Jibrail dan ini pendapat jumhur ulama.
Ia disebut secara khusus kerana kemuliannya. Ada pendapat lain menyatakan nabi Isa AS turun untuk melihat umat dan menziarahi nabi Muhammad SAW. Ada juga pendapat mengatakan roh-roh orang mukmin turun untuk menziarahi keluarga-keluarga mereka. Ada pendapat satu lagi mentafsirkan kepada 'Rahmat' dari Allah.
Malaikat turun dari martabat mereka yang tinggi, sibuk dengan urusan Allah SWT untuk mengucap `salam' kepada orang mukmin. Oleh kerana mereka ramai, antara mereka turun secara kumpulan, ada turun dan ada yang naik semula. Oleh kerana kejadian mereka dari nur atau cahaya, maka tidakl timbul masalah kesesakan lalulintas. Malaikat yang ramai itu pergi mengunjungi tempat kdiaman orang mukmin, kecuali rumah yang terdapat didalamnya anjing, khinzir, arak dan patung.
Mereka megucup tasbih dan memohon keampunan bagi umat Muhammad SAW sehinggalah sampai waktu fajar barulah mereka naik semula ke langit. Melihat hal ini, mereka bertasbih memuji Allah SWT justeru bersyukur kepada Allah yang telah melimpahkan keampunan kepada umat Muhammad SAW. Pada malam tersebut Allah SWT telah melipatkan rahmatnya kepada seluruh orang mukmin masih hidup dan juga kepada yang telah mati.
Betapa pemurahnya Allah kepada hambaNya.
Jika kita mengamati hadis dari Anas bin Malik yang menyatakan, barangsiapa menunaikan solat maghrib dan isyak berjamaah sepanjang bulan Ramadhan, sesungguhnya dia telah mendapat sebahagian dari Lailatul Qadar. Bermaksud bukanlah suatu yang amat sukar untuk mendapatkan sebahagian dari malam Lailatul Qadar. Yang penting kita tidak mengabaikan mana-mana malam di bulan Ramadhan kecuali dengan melakukan ibadat dan paling minimum sembahyang berjamaah pada waktu maghrib dan isyak!
Malam Lailatul Qadar adalah malam yang sejahtera dan selamat dari segala kejahatan dari awal malam sehinggalah terbit fajar. Memberi erti kebaikan menyelubungi sepanjang malam Lailatul Qadar. Tentulah hampa bagi mereka yang lalai tidak ambil berat tentang malam Lailatul Qadar, namun ia tetap datang disetiap bulan Ramadhan.
Dan sesiapa saja boleh menjumpainya
Ada pendapat menyatakan ia adalah surah pertama diturunkan di Madinah. 'Kitab Al-Itqan' memilih pendapat yang menyatakan ia adalah makkiyyah. Maksud diturunkan adalah untuk menzahirkan Al-Quran dari alam ghaib kepada dunia syahadah. Surah Al-Qadr menegaskan bahawa Al-Quran telah diturunkan dari Luh Mahfuz atau dari langit yang tertinggi (Jami al-Bayan, J. 15, hlm. 258) ke langit dunia iaitu Baitul Izzah pada malam Lailatul Qadar (Ruh al-Maani, J. 10, hlm. 198).
Ini ditegaskan lagi dengan sebuah hadis daripada Ibn Abbas yang menyatakan bahawa Al-Quran diturunkan semua sekali malam Lailatul Qadar, pada bulan Ramadhan ke langit dunia (Jami al-Bayan, J. 15, hlm. 258).
Menurut Hamka, Lailatul Qadar memberi dua maksud.
Pertama; kemuliaan kerana setengah dari erti 'qadr' itu ialah 'kemuliaan'.
Kedua, bermaksud 'penentuan' kerana pada waktu itulah mulai ditentukan langkah yang akan ditempuh oleh Rasulullah SAW dalam memberi pertunjuk kepada umat manusia.
Kalau dipakai erti kemuliaan, maka mulai pada malam itulah kemuliaan tertinggi dianugerahkan kepada nabi Muhammad SAW. Itulah permulaan Malaikat Jibril menyatakan dirinya dihadapan Nabi didalam gua Hira. Pada malam itu manusia diberi kemuliaan, dikeluarkan dari zulumat atau kegelapan kepada nur atau cahaya petunjuk Allah.
Jika diberi erti penentuan, bermaksud malam itu dimulai menentukan garis pemisah diantara kufur dengan iman, jahiliyah dengan Islam, syirik dengan tauhid. Penjelasan tersebut menunjukkan bahawa malam itu adalah malam yang istimewa berbanding dari segala malam (Hamka, J. 10, hlm. 8068). Malam yang membawa lembaran baru, turun wahyu ke dunia setelah terputus sekian lama.
Terdapat beberapa pendapat tentang peristiwa Lailatul Qadar, samada ia berlaku sekali atau datang pada setiap Ramadhan.
Menurut Ibn Umar, Lailatul Qadar berlaku pada setiap Ramadhan (Jami al-Bayan, hlm. 209). Pendapat lain dari setengah ulama menyatakan, Lailatul Qadar berlaku sekali sahaja iaitu ketika Al-Quran mulai diturunkan pertama kali.
Mengenai Lailatul Qadar yang kita peringati dan berusaha memperbanyakkan amal ibadat pada malam-malam di bulan Ramadhan itu, adalah untuk memperteguh ingatan kita kepada peristiwa turunnya al-Quran. Kita hidupkan malam itu dengan mengambil berkat dan memperbanyakkan syukur kepada Allah SWT. Berdiri mengerjakan terawih dan qiamullail di bulan Ramadhan adalah bertepatan dengan malam turunnya Al-Quran (Hamka, hlm. 8071).
Menurut Syeikh Yusuf Amrullah, bapa Hamka, berpegang dengan pendapat Al-Hafiz Ibn Hajar menyatakan bahawa Lailatul Qadar yang sebenar hanya sekali iaitu malam mula-mula Al-Quran diturunkan. Yang kita buat amal ibadat didalam bulan puasa adalah mengingati Lailatul Qadar itu. Iaitu, memperingati dan memuliakan malam Al-Quran diturunkan. Kita ingati setiap tahun agar kita bertambah teguh memegang segala yang diturunkan Allah didalam al-Quran.
Hari kebesaran dalam Islam banyak yang diperingati dan menjadi amal ibadat seperti berpuasa pada 10 Muharam atau Asyura kerana mengenangkan beberapa kejadian pada Nabi-nabi yang terdahulu pada tarikh tersebut. Begitu juga dalam manasik haji telah dikaitkan dengan kejadian zaman lampau. Seperti Sa'i antara Bukit Safa dan Marwah, mengenangkan betapa sukarnya Hajar mencari air untuk anaknya Ismail, di lembah yang tidak ada tumbuh-tumbuhan. Kita juga disunatkan melontar Jamrah bagi memperingati perdayaan syaitan kepada nabi Ibrahim kerana akan menyembelih puteranya Ismail atas perintah Allah.
Apabila dikaitkan dengan menghidupkan malam Lailatul Qadar dapatlah diambil kesimpulan bahawa semua ibadat tersebut mempunyai tujuan yang sama, iaitu untuk membesarkan syiar Allah dan menambah taqwa dalam diri. Terdapat berbagai cerita mengenai tanda malam Lailatul Qadar, seperti yang disebutkan (kata kawan saya) di atas, dapat lihat kejadian yang ganjil-ganjil... Yang menurut Hamka 'semuanya ini adalah perkara yang tidak dapat dipertanggung jawabkan menurut ilmu agama yang sebenarnya'.
Terdapat beberapa hadis menceritakan tentang berlakunya Lailatul Qadar dan ia tetap berlaku atau berulang pada setiap bulan Ramadhan. Cuma tidak dapat dipastikan secara tepat malam keberapa ianya berlaku.
Kitab 'Fath al-Basri' menurunkan tidak kurang dari 45 qaul tentang malam terjadinya Lailatul Qadar, dinukilkan oleh As-Syaukani di dalam `Nailul-Authar'nya. Maka dianjurlah supaya setiap malam bulan Ramdhan diisi penuh dengan ibadat. Bagaimanapun terdapat juga riwayat kuat menyatakan, Lailatul Qadar itu ialah pada 10 malam akhir Ramadhan. Ertinya sejak malam 21, Nabi SAW lebih memperkuat ibadat dari malam-malam sebelumnya sampai beliau bangunkan kaum keluarganya yang tertidur.
Abdullah bin Mas`ud dan Asy-Sya`bi dan Al-Hasan dan Qatadah berpendapat bahawa malam itu ialah malam 24 Ramadhan. Alasan mereka ialah kerana ada hadis yang menyatakan bahawa al-Quran diturunkan pada 24 Ramadhan.
Satu riwayat lagi menyatakan jatuhnya ialah pada 17 Ramadhan. Yang berpegang pada 17 Ramadhan ini mengambil istimbath dari ayat 41 surah an-Anfal bermaksud; "dan apa yang Kami turunkan kepada Hamba Kami pada Pemisahan hari bertemu dua golongan.."
'Hari bertemu dua golongan' ialah dalam peperangan Badar, pada 17 Ramadhan sedang `hari pemisahan' ialah hari turunnya al-Quran pertama, yang disebut juga 'malam yang diberi berkat' sebagaimana tersebut didalam surah 44 ad-Dukhan.
Maka oleh kerana berhadapan dua golongan di Perang Badar itu, golongan Islam dan golongan Musyrikin terjadi pada 17 Ramadhan, mereka menguatkan bahawa Lailatul Qadar mulai turunnya Al-Quran di gua Hira ialah 17 Ramadhan pula, meskipun jarak waktunya adalah 15 tahun.
Banyak hadis-hadis yang menyatakan Lailatul Qadar berlaku pada malam yang ganjil sepuluh terakhir dalam bulan Ramadhan (Ruh al-Maani, hlm. 191), dan ada pendapat hadis yang menetapkan pada malam 27.
Ada diceritakan terdapat dikalangan sahabat Rasulullah merasa hairan dengan cerita seorang lelaki dari bani Israel beribadat sepanjang malam kemudian berjihad menentang musuh diwaktu siang dan melakukannya selama 1,000 bulan. Dalam cerita lain menyatakan seramai 4 orang dari bani Israel beribadat kepada Tuhan selama 80 tahun dan mereka tidak melakukan maksiat atau keingkaran.
Datang Jibrail kepada nabi bertanyakan samada umatnya hairan dengan ibadat mereka itu. Allah telah turunkan yang lebih baik dari itu, lalu dibaca surah Al-Qadr. Dinyatakan juga bahawa pemerintahan nabi Sulaiman dan Zulqarnain selama 500 bulan. Maka Tuhan jadikan amalan pada malam Lailatul Qadar (bagi mereka yang mendapatnya) lebih dari tempoh kedua pemerintahan tersebut dan lebih baik dari seribu malam amalan lelaki bani Israel itu.
Wah, lumayan sungguh!
Dalam tafsir 'Ruh al-Maani' ada dinyatakan setengah ulama Al-Shafie berpendapat ada beberapa malam istimewa. Iaitu malam paling afdal ialah malam kelahiran nabi Muhammad SAW. Diikuti malam Lailatul Qadar, malam Israk dan Mkraj, malam Arafah, malam Jumaat, malam Nisfu Syaaban dan kemudiannya malam raya (hlm. 194).
Mengikut Anas dari nabi menyatakan, bahawa Allah SWT telah menganugerahkan kepada umatku (Muhammad) Lailatul Qadar dan tidak diberikan kepada umat sebelumnya. Keistimewaan lain berlaku pada malam Lailatul Qadar dinyatakan dalam ayat 4 yang menjelaskan bahawa malaikat dan roh turun pada malam itu dengan keizinan Tuhan. Yang dimaksudkan dengan `roh' ialah malaikat Jibrail dan ini pendapat jumhur ulama.
Ia disebut secara khusus kerana kemuliannya. Ada pendapat lain menyatakan nabi Isa AS turun untuk melihat umat dan menziarahi nabi Muhammad SAW. Ada juga pendapat mengatakan roh-roh orang mukmin turun untuk menziarahi keluarga-keluarga mereka. Ada pendapat satu lagi mentafsirkan kepada 'Rahmat' dari Allah.
Malaikat turun dari martabat mereka yang tinggi, sibuk dengan urusan Allah SWT untuk mengucap `salam' kepada orang mukmin. Oleh kerana mereka ramai, antara mereka turun secara kumpulan, ada turun dan ada yang naik semula. Oleh kerana kejadian mereka dari nur atau cahaya, maka tidakl timbul masalah kesesakan lalulintas. Malaikat yang ramai itu pergi mengunjungi tempat kdiaman orang mukmin, kecuali rumah yang terdapat didalamnya anjing, khinzir, arak dan patung.
Mereka megucup tasbih dan memohon keampunan bagi umat Muhammad SAW sehinggalah sampai waktu fajar barulah mereka naik semula ke langit. Melihat hal ini, mereka bertasbih memuji Allah SWT justeru bersyukur kepada Allah yang telah melimpahkan keampunan kepada umat Muhammad SAW. Pada malam tersebut Allah SWT telah melipatkan rahmatnya kepada seluruh orang mukmin masih hidup dan juga kepada yang telah mati.
Betapa pemurahnya Allah kepada hambaNya.
Jika kita mengamati hadis dari Anas bin Malik yang menyatakan, barangsiapa menunaikan solat maghrib dan isyak berjamaah sepanjang bulan Ramadhan, sesungguhnya dia telah mendapat sebahagian dari Lailatul Qadar. Bermaksud bukanlah suatu yang amat sukar untuk mendapatkan sebahagian dari malam Lailatul Qadar. Yang penting kita tidak mengabaikan mana-mana malam di bulan Ramadhan kecuali dengan melakukan ibadat dan paling minimum sembahyang berjamaah pada waktu maghrib dan isyak!
Malam Lailatul Qadar adalah malam yang sejahtera dan selamat dari segala kejahatan dari awal malam sehinggalah terbit fajar. Memberi erti kebaikan menyelubungi sepanjang malam Lailatul Qadar. Tentulah hampa bagi mereka yang lalai tidak ambil berat tentang malam Lailatul Qadar, namun ia tetap datang disetiap bulan Ramadhan.
Dan sesiapa saja boleh menjumpainya
Subscribe to:
Posts (Atom)



